Minggu, 07 November 2010

MODEL PEMBELAJARAN ASSURE

MODEL PEMBELAJARAN ASSURE

BY : RIZA FAISHOL

Untuk menciptakan suatu aktivitas pembelajaran yang efektif, diperlukan adanya suatu proses perencanaan, atau desain yang baik. Demikian pula dengan aktivitas belajar dengan menggunakan media dan teknologi. Smaldino, James D Russel dan Michael Molenda (2005), mengemukakan sebuah desain sistem pembelajaran yang dikenal dengan ASSURE. Model ini dikembangkan untuk menciptakan aktivitas pembelajaran yang efektif dan efisien, khususnya pada kegiatan pembelajaran yang menggunakan media dan teknologi.

Untuk lebih memahami model ASSURE, berikut ini dikemukakan deskripsi dari setiap komponen yang terdapat dalam model tersebut.

A. ANALISIS SISWA

Tahap pertama dalam perencanaan pembelajaran adalah mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik siswa yang di asosiasikan dengan hasil belajar. Informasi tersebut akan membimbing keputusan anda dalam membuat desain pembelajaran. Hal yang perlu dipertimbangkan selama analisis siswa termasuk:

1. Kerakteristik siswa

2. Kopetensi khusus (pengetahuan, kecakapan, dan perilaku seputar topik)

3. Gaya belajar

B. MENETAPKAN STANDAR DAN TUJUAN

Langkah berikutnya adalah menetapkan standar dan tujuan belajar sekhusus mungkin. Dalam menentukan tujuan, Smaldini (2007) menentukannya dengan menggunakan rumusan ABCD (Audience, Behavioris, Condition, dan Degree).

Audience. Karena tujuan belajar berfokus pada pengetahuan dan apa yang bisa silakukan siswa setelah mengikuti pelajaran, bukan apa yang dilakukan guru untuk mengajar mereka.

Behavior/Prilaku. Inti tujuannya adalah pada kemampuan baru yang akan dimiliki siswa setelah pembelajaran

Condition. Tujuan belajar harus meliputi kondisi dimana kinerja yang akan dinilai. Dengan kata lain, bahan atau peralatan apa yang akan digunakan dalam mendemonstrasikan kemampuan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dengan demikian, dapat menentukan tujuan pembelajaran.

Degree. Persyaratan akhir yang disebut dalam tujuan pembelajaran adalah bahwa hal itu menunjukan standar dan kriteria kinerja yang dapat diterima dan akan dinilai.

C. MEMILIH STRATEGI, TEKNOLOGI, MEDIA, DAN MATERI

Setelah menganalisis siswa dan menetapkan standar serta tujuan belajar dapat memulai (persentasi, pengetahuan, kemampuan, dan prilaku siswa) dan diakhiri dengan tujuan belajar dalam pembelajaran. Langkah-langkah dalam tahap ini adalah memilih strategi, memilih teknologi dan media serta memodifikasi bahan pelajaran.

D. PENGGUNAAN TEKNOLOGI DAN BAHAN

Langkah ini termasuk perencanaan guru untuk menggunakan teknologi, media dan bahan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk melakukan hal tersebut ikuti langkah-langkah 5P berikut: preview (media dan bahan), prepare (teknlogi media dan bahan), persiapan lingkunagan, persiapan siswa, dan menyediakan pengalaman belajar.

Menyiapkan Teknologi, Media, dan Bahan.

Sesanjutnya perlu dipersiapkan teknologi, media, dan bahan-bahan yang akan mendukung kegiatan pembelajaran. Langkah pertama adalah mengumpulkan semua perlengkapan yang akan dibutuhkan. Menentukan bahan-bahan apa yang akan dilakukan. Menyusun daftar bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan untuk pelajaran dan garis besar urutan presentasi kegiatan. Dan akhirnya, penting untuk berlatih menggunakan sumber-sumber sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

Menyiapkan Lingkungan.

Belajar dimanapun dapat dilakukan: dalam ruangan kelas, di laboraturiun, maupun di luar kelas. Beberapa media memerlukan ruang gelap, sumber daya yang nyaman, dan akses ke lampu. Semua peralatan harus siap digunakan, semua murid dapat melihat dan mendengar dengan baik, mengatur tempat duduk hingga siswa dapat berinteraksi dengan baik.

Menyiapkan Pebejar/siswa

Persiapan yang tepat, dari sudut pandang instruksional, mungkin mirip dengan salah satu dari berikut ini.

· Sebuah perkenalan memberikan tinjauan yang luas terhadap isi pelajaran.

· Sebuah alasan menceritakan bagaimana berhubungan dengan topik yang sedang dipelajari.

· Sebuah pernyataan yang memotivasi agar siswa mengetahui tujuan pembelajaran.

· Mengarahkan perhatian pada aspek-aspek khusus dari pelajaran.

Menyediakan Pengalaman Belajar

Jika pengalaman belajar berpusat pada guru, itu akan melibatkan presentasi, demonstrasi, drill dan praktek, dan/atau tutorial.

E. KEBUTUHAN PARTISIPASI SISWA

Agar efektif pembelajaran mengharuskan adanya keterlibatan mental aktif siswa. seharusnya ada aktivitas yang mengikuti pengetahuan dan kecakapan untuk menerima umpan balik pada kesesuaian dengan usaha mereka sebelum dinilai secara formal. Secara praktis siswa menilai dirinya dibantu oleh pembelajaran komputer, internet atau kelompok belajar.

F. EVALUASI DAN REVISI

Setelah pelaksanaan pembelajaran, yang penting dievaluasi adalah pengaruh pada belajar siswa. penilaian itu seharusnya tidak hanya menguji tingkat ketercapaian siswa pada tujuan pembelajaran, tetapi juga menguji proses pembelajaran dan pengaruh penggunaan teknologi dan media.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar